Wednesday, April 7, 2010

Belajar Bahasa Jepun -日本語; romaji: Nihongo

ada la cuba sesikit belajar bahasa jepun, study sesikit.. sesapa nak tompang atau tokok tambah
boleh tulis je kat sini..

Bahasa Jepun (日本語; romaji: Nihongo) merupakan bahasa resmi di Jepun

Bahasa Jepun juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Cina. Ia juga dapat kedengaran di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat penhijrahan orang Jepun ke sana. Namun keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.

Bahasa Jepun terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), pertuturan standard, dan Kyoutsugo (共通語), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk yang diajarkan di sekolah dan digunakan di dalam penerbitan media dan segala perhubungan resmi.

Lafas vokal
Bahasa Jepang mempunyai 5 huruf vokal yaitu /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/.

Lafaz vokal bahasa Jepun mirip bahasa inggeris/malaysia. Contohnya:

* /a/ seperti "apa"
* /i/ seperti "ibu"
* /u/ seperti "urut"
* /e/ seperti "esok"
* /o/ seperti "obor"

Tulisan bahasa Jepun
Tulisan bahasa Jepun berasal dari tulisan bahasa China (漢字/kanji) yang diperkenalkan pada abad keempat Masehi. Sebelum ini, orang Jepun tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.

Tulisan Jepun terbagi kepada tiga:

* aksara Kanji (漢字) yang berasal dari China
* aksara Hiragana (ひらがな) dan
* aksara Katakana (カタカナ); keduanya berunsur daripada tulisan kanji dan dikembangkan pada abad kedelapan Masehi oleh rohaniawan Buddha untuk membantu melafazkan karakter-karakter China.
***AKSARA bermaksud lambang

Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya dipengaruhi fonetik bahasa Sanskrit. Hal ini masih boleh dilihat dalam urutan aksara Kana. Selain itu, ada pula sistem alihaksara yang disebut romaji.

Bahasa Jepun yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikannya dengan peraturan tata bahasa Jepun.

Kana

Aksara Hiragana dan Katakana (kana) memiliki urutan seperti dibawah ini, memiliki 46 set huruf masing-masing. Keduanya (Hiragana dan Katakana) tidak memiliki arti apapun, seperti abjad dalam Bahasa Indonesia, hanya melambangkan suatu bunyi tertentu, meskipun ada juga kata-kata dalam bahasa Jepun yang terdiri dari satu 'suku kata', seperti me(mata), ki (pohon) ni (dua), dsb. Abjad ini diajarkan pada tingkat pra-sekolah (TK) di Jepun.

Kanji

Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan dalam membacanya. Dai Kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah dibuat, dan berisi 30.000 kanji. Kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas penggunaanya, seperti pada penulisan suatu nama orang.

Oleh karena itu Pemerintah Jepun membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji dalam Joyō Kanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja. Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyōmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyōmi (cara baca asli Jepun). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.

Tanda baca

Dalam perkataan bahasa Jepun, tidak ada 'spacing' yang memisahkan antara kata dan tidak ada spacing' yang memisahkan antara perkataan. Walaupun bukan merupakan tanda baca yang asal, kadang-kadang juga dijumpai penggunaan tanda tanya dan tanda seru di akhir kalimat.

Tanda baca yang dikenal dalam bahasa Jepang:

* (句点/kuten) Fungsinya serupa dengan tanda baca titik yakni untuk mengakhiri ayat.
* (読点/toten) Fungsinya hampir serupa dengan tanda baca koma yakni untuk memisahkan bagian-bagian yang penting dalam ayat agar lebih mudah dibaca

Angka dan Sistem Pengiraan

Bangsa Jepun pada zaman dahulu (dan dalam jumlah yang cukup terbatas pada zaman sekarang) menggunakan angka-angka Tionghoa, yang lalu dibawa ke Korea dan sampai ke Jepang. Berikut ini adalah daftar angka-angka Jepang.


Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima

Enam

Tujuh

lapan

Sembilan

Sepuluh










ichi
一 (いち)
satu
ni
二 (に)
dua
san
三 (さん)
tiga
shi/yon
四 (し/よん)
empat
go
五 (ご)
lima

roku
六 (ろく)
enam
shichi/nana
七 (なな)
tujuh
hachi
八 (はち)
lapan
kyuu/ku
九 (きゅう)
sembilan
juu
十 (じゅう)
sepuluh




Setelah bahasa Jepun mulai dipengaruhi oleh Eropah, angka-angka Latin mulai digunakan secara besar-besaran, dan hampir mengganti sepenuhnya kegunaan angka Tionghoa ini.

Dalam pengunaannya di Bahasa Jepun, dan untungnya juga agak mirip di bahasa Inggeris/malaysia, angka-angka ini tidak boleh digunakan seperti itu saja untuk menyatakan sebuah jumlah dari sebuah barang, waktu dan sebagainya. Pertama-tama jenis barangnya harus dipertimbangkan, lalu ukurannya, dan akhirnya jumlahnya. Cara mengira waktu pun berbeza, maka satu hal yang harus dilakukan adalah menghafalkan cara angka-angka ini digabungkan.

Cara menghitung barang

Barang secara umum

Untuk mengucapkan 1 buah yaitu ひとつ(hitotsu) dan seterusnya hanya menambahkan huruf tsu (つ)

Barang Panjang

Untuk mengucapkan 1 buah barang panjang (meter) misal いっぽん(ippon). boleh juga dipakai untuk menghitung jumlah pensil, botol, pohon.

Barang Tipis

Hanya perlu angka biasa ditambah まい(mai) sebagai akhiran, Misal:1 lembar いちまい(ichimai) ,dst . Boleh digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, dan benda tipis lainnya.

Barang Besar

Hanya perlu angka biasa ditambahi だい(dai) sebagai akhiran, Misal : 1 buah いちだい (ichidai),dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau barang besar pada umumnya, seperti television, rumah, kereta dan sebagainya

Cara menghitung orang

Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambah にん(nin), misal: 3 orang さんにん (sannin) 7 orang しちにん (shichinin)

Tata Bahasa

Tata perkataan dalam Bahasa Jepun memakai aturan subjektif dan objektif. subjektif dan objektif dan relasi grammar lainnya biasa ditanda dengan partikel, yang menyisip di ayat dan disebut posisi akhir (postposition). Struktur dasar ayat memakai cabang topik. Contohnya adalah, Kochira-wa Tanaka-san desu (こちらは田中さんです). Kochira ("ini") merupakan topik dari kalimat ini. Kata kerjanya ialah "desu" yang berarti "it is" dalam bahasa Inggeris. Dan yang terakhir, Tanaka-san desu merupakan cabang atau komentar dari topik ini.


Dalam bahasa Jepun, kata benda tidak memiliki bentuk numeral, jenis kelamin, atau aspek lainnya. Contohnhya pada kata benda hon (本) yang mungkin berarti sebuah atau beberapa buku. Juga pada kata hito (人) yang mungkin berarti orang atau sekumpulan orang. Kata untuk menyebut orang biasanya dalam bentuk tunggal, contohnya Harada-san. Kalau kata panggil jamak, biasanya disebut -tachi.

Pertanyaan mempunyai bentuk yang sama dengan ayat afirmatif. Intonasi akan meninggi setiap akhir dari ayat pertanyaan. Dalam situasi resmi, biasanya ayat pertanyaan disertai partikel -ka. Contohnya, perkataan Ii desu (いいです。) yang berarti "Baiklah" menjadi bentuk Ii desu ka (いいですか?) yang berarti "Boleh kan?". Biasanya pada situasi tidak resmi, partikel -no (の) untuk menunjukkan penekanan, contohnya pada perkattan Doshite konai-no? yang bererti "Kenapa (kamu) tidak datang?".

ayat negatif dibentuk dengan merubah bentuk kata kerja. Contohnya pada perkataan Pan o taberu (パンを食べる。) yang ertinya "Saya akan makan roti) menjadi Pan-o tabenai (パンを食べない。) yang ertinya "Saya tidak akan makan roti".

Adjektiv

Ada tiga bentuk kata sifat dalam bahasa Jepun:

1. 形容詞 (keiyoshi) yaitu penambahan partikel -i, yang memiliki akhiran い (i). Contohnya: 暑い日 (atsui hi) yang bererti "hari yang panas"
2. 形容動詞 (keiyodoshi) yaitu penambahan partikel -na. Contoh: 変なひと (henna hito) yang bererti "orang aneh"
3. 連体詞 (rentaishi) iaitu kata sifat sebenarnya. Contoh: あの山 (ano yama)

Partikel

Bahasa Jepun juga memiliki beberapa partikel yaitu:

* が ga untuk bentuk nominatif
* に ni untuk bentuk dativ.
* の no untuk bentuk genital
* を o untuk bentuk akusatif
* は a sebagai topik

Kesopanan

Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi, seperti kepada menteri atau ketua, dipakai bahasa Jepun sopan yang disebut (丁寧語) teineigo. Untuk menyebut nama menteri, diakhiri dengan partikel -sama atau -san. Contoh: Katsumoto-san (勝本ー参議). Untuk berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Tapi, kalau sudah akrab, kita boleh memakai bahasa umum.

Kosa kata

Bahasa Asli Jepun yaitu berasal dari bahasa asli pemukim Jepun zaman dahulu disebut yamato kotoba (大和言葉 ) yang berarti kosa kata Yamato. Kosakata Jepun sebagian besar berakar atau berasal dari Cina disebut kango (漢語) yang masuk pada abad ke-5 lewat Semenanjung Korea. Jepun banyak mengadoptasi kosakata dari bahasa Inggeris, kata-kata adoptasi ini umumnya ditulis menggunakan huruf katakana. Contoh: マイカー (maikaa - sama bunyinya dengan perkataan "my car") yang berarti "kereta saya"


pemjodoh bilangan
Di dalam bahasa jepun mengikut jenis haiwan tersebut ada beberapa jenis penjodoh bilangan yang di guna pakai. penjodoh bilangan "hiki" yang di guna pakai untuk kucing, arnab, anjing dan juga lain-lain lagi. "hiki" adalah penjodoh bilangan yang boleh di guna pakai untuk banyak jenis haiwan. Cara penggunaannya adalah seperti berikut
_______hiki = _______ekor
Ip-piki = Se-ekor
Ni-hiki = Dua-ekor
San-biki = Tiga-ekor
Yon-hiki = Empat-ekor
Go-hiki = Lima-ekor
Rop-piki = Enam-ekor
Nana-hiki = Tujuh-ekor
Hap-piki = Lapan-ekor
Kyuu-hiki = Sembilan-ekor
Jup-piki = Sepuluh-ekor

Nan-biki = Berapa-ekor

Contoh Ayat Watashi-wa petto-toshite ippiki-no-usagi to ni-hiki-no neko wo katteimasu
Saya memelihara se-ekor arnab dan dua-ekor kucing sebagai haiwan peliharaan

Sakki, kaeru ni-hiki wo mitsukemashita
Tadi, saya jumpa dua ekor katak

Petto = Haiwan peliharaan
Usagi = Arnab
Neko = Kucing
Kau = Pelihara
Kaeru = Katak

12 comments:

  1. http://www.sasugananihongo.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. terima kasih melawat blog ini. saya berbesar hati ada guru bahasa jepun melawat blog ini.
    cima saya tak nampak mana (belajar bahasa jepunya) nihonggo nya dalam blog awk tu..
    saya bukan lah pandai sangat bahasa jepun. cuma berminat.. kalau lah saya dapat keiklasan awk untuk sama2 buat sesi belajar bahasa jepun untuk org melayu. alangkah baiknya.. setakat ini..belum ada org melayu yang pemurah untuk mendermakan ilmunya untuk bangsanya.. bangsa lain berlumba lumba membuat jariah untuk bangsanya.. setuju tak awk dengan pandangan saya..

    ReplyDelete
  3. saya dulu ada sikit belajar bahasa nihongo yang paling diingati adalah perkataan KIPAS ,kalau bunyi bahasa jepun kaum wanita pasti tersipu-sipu tuduk malu klau tak caya carilah sendiri janga mare nanti lekas tua ...nihongo motto rensu sinai toooo.... da...sayonara watakushiwa tarumiji des ....oboimastaka? 00GENGKI DESTAKA? ITM NO WISMA BELIA DES.

    ReplyDelete
  4. *'kipas' wa nihongo de nan to (iu)iimasu ka?
    (kipas dlm bahasa jepun aper ek?)

    この?
    kono ?
    Benda ni ke

    せんぷき
    Senpuki

    ReplyDelete
  5. Salam xcanon92,

    Awak bekas pelajar universiti jepun ker ?
    Hebat huraian awak tentang tulisan jepun, kagum. :)

    ReplyDelete
  6. emm..haha takde lah.. saya belajar sendiri je..
    ni tengah build up kamus melayu jepun digital..
    takde sapa buat.. saya buat la.. tapi boleh translate ke romaji je... tak dapat software sesuai nak buat.. cadang nak buat boleh translate ke hiragana ngan kanji skali plus english.. awk ada cadangan software apa nak pakai.. ingat nak wat sesuatu yg boleh bantu melayu yg minat nak blaja jepun..

    ReplyDelete
  7. owh, bab software2 ni teman lemah, hoho.

    一応今はJLookupというソフトウェアを使ってるんですけど、これが助かるかどうか分かんないね ^^

    ReplyDelete
  8. saya minat sangat bahasa jepun,tapi takde peluang nk belajar

    ReplyDelete